Puisi
Shelma Az
Zahra 1
Shelma Az
Zahra
Ku akui
Aku mencintaimu lebih, setiap harinya
Biar ku rasa sendiri sampai aku tersadar
Kebahagiaan kan segera datang
Allah love us
Aku mencintaimu lebih, setiap harinya
Biar ku rasa sendiri sampai aku tersadar
Kebahagiaan kan segera datang
Allah love us
shelma Az
Zahra
Aku tahu kamu,
tidak suka wanita yang selalu exis, tidak suka wanita yang selalu membuka
auratnya di dunia sehari-hari ataupun dunia maya, aku tahu itu, aku tahu kamu
tidak suka wanita yang memamerkan rupanya ke sosial media, aku tahu, dan sudah
ku lakukan itu, sudah ku usahakan, namun pada akhirnya kamu entah pergi kemana
aaaaaah aku flasback ;
aaaaaah aku flasback ;
Shelma Az
Zahra
Dulu, ketika kau
berada diposisi akan melepas masa SMA, aku selalu ada buatmu, selalu bersamamu,
menemanimu, merasakan kesenangan dan kesedihan hati saat kau berjuang untuk
masuk perguruan tinggi.
Kini, aku dalam posisi itu, sama seperti masa SMAmu, tapi kamu pergi, kamu menghilangkan diri, kamu jarang menemaniku.
Jadi, aku berjuang tanpa seseorang yang mampu menyemangatiku kembali, tanpa senyuman seperti senyumanku dulu kepadamu.
Aku rindu, aku ingin, walaupun sebentar.
Kini, aku dalam posisi itu, sama seperti masa SMAmu, tapi kamu pergi, kamu menghilangkan diri, kamu jarang menemaniku.
Jadi, aku berjuang tanpa seseorang yang mampu menyemangatiku kembali, tanpa senyuman seperti senyumanku dulu kepadamu.
Aku rindu, aku ingin, walaupun sebentar.
Shelma
Az Zahra
Jika saya harus
cuci darah setiap 10jam sekali, saya tidak kuat.
Oh, Brian, kau sungguh kuat :')
Bersabarlah, Allah memberkatimu ()
Oh, Brian, kau sungguh kuat :')
Bersabarlah, Allah memberkatimu ()
Shelma Az
Zahra
Mungkin saya
tidak dibutuhkan lagi Mungkin
saya sudah digantikan dengan wanita yang jauh lebih sempurna dari saya
Sampai pada akhirnya, saya tidak tahu tentang hati saya sendiri karena rasa sakit yang mulai ada.
Apakah saya ini terlalu baik? Terlalu sabar? Atau terlalu tidak pantas untuk dicintai?
Tuhan, suratan takdir-Mu.
Sampai pada akhirnya, saya tidak tahu tentang hati saya sendiri karena rasa sakit yang mulai ada.
Apakah saya ini terlalu baik? Terlalu sabar? Atau terlalu tidak pantas untuk dicintai?
Tuhan, suratan takdir-Mu.
No comments:
Post a Comment