Tuesday, November 11, 2014

fenomena


Al-Hallaj
(dalam “Tawasin” )

“Aku adalah engkau tidak diragukan,
kemahasucianmu adalah juga kemahasucianku,
mentauhidkan engkau adalah juga mentauhidkan aku,
berbuat maksiat kepadamu juga berbuat maksiat kepadaku”.

Aku adalah rahasia al-Haq,
bukankah al-Haq itu aku,
bahkan aku adalah al-Haq,
maka bedakan antara kami”.


“Tidak ada perbedaan antaraku
dan antara Tuhanku melainkan dari dua sisi;
adanya kami dari pada-Nya
dan segala keperluan kami dari pada-Nya.


Al-Junaid Al-Bagdadi    


Kamu tidak mencapai baqa(kekal dengan Allah)
sebelum melalui fana(hapus diri),

Membuangkan segala-galanya kecuali Allah
dan 'mematikan diri' ialah kesufian.

Seorang itu tidak akan mencapai Cinta kepada Allah,
hingga dia memfanakan dirinya.



Al-Hadits

Sayyiditina A’isyah r.a ketika ditanya oleh seorang ;
“Bilakah saya mengetahui bahawa diriku telah berbuat baik?”Jawabnya; Bila kamu merasa belum baik. Lalu ditanya lagi; Bilakah saya mengetahui bahawa aku jahat (busuk/keliru).Jawabnya; Jika kamu merasa bahawa kamu sudah baik”



Al-Hadits

“Barang siapa yang menyeru manusia kpd hidayah, dia mempunyai pahala seperti pahala yang dicapai oleh orang yang menyahut seruannya tanpa mengurang pahala mereka yang menyambut seruannya, semakin banyak orang yang mengikuti seruannya semakin berlipat kali ganda pahala yang diperolehinya.”(Riwayat Muslim)




No comments:

Post a Comment